Bukittinggi,– Semangat membangun koperasi yang lebih maju dan berdaya saing mengemuka dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkoperasian yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat di Hotel Nikita Bukittinggi, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini diikuti kelompok koperasi dari Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, khususnya pelaku usaha koperasi kopi dan madu yang tengah berupaya meningkatkan kapasitas usaha mereka.
Bimtek tersebut terlaksana berkat dukungan dana Pokok Pikiran (Pokir) Asril SE, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat. Dukungan ini menjadi bentuk nyata komitmen dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi yang sehat, produktif, dan mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah anggota DPRD Kota Bukittinggi, yakni Zulhamdi Nova Candra IB A.Md, Neni Anita SH, serta M. Taufik S.Ag MM. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam mendukung kemajuan sektor koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Asril SE tampil sebagai pembicara utama dengan membawa konsep yang menarik perhatian peserta, yakni “Aksi 90 Hari Koperasi”. Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya berjalan rutin tanpa target yang jelas, melainkan harus memiliki langkah konkret yang dapat diukur dalam waktu singkat.
“Koperasi harus bergerak. Jangan menunggu tahunan untuk berubah. Dalam 90 hari pertama harus ada capaian yang bisa dilihat dan dievaluasi bersama,” tegas Asril di hadapan peserta.
Ia menjelaskan empat langkah utama dalam Aksi 90 Hari Koperasi. Pertama, memetakan talenta dan potensi anggota. Kedua, membentuk tim kerja berdasarkan kemampuan masing-masing anggota. Ketiga, menetapkan target kelompok yang jelas, realistis, dan terukur. Keempat, melakukan evaluasi rutin setiap bulan sebagai alat kontrol kemajuan organisasi.
Selain strategi percepatan, Asril juga memaparkan indikator koperasi yang sehat dan berkembang. Menurutnya, keberhasilan koperasi dapat dilihat dari tingginya partisipasi anggota, meningkatnya produktivitas usaha, serta kualitas produk yang terus mengalami perbaikan.
“Kalau anggota pasif, produksi stagnan, dan kualitas tidak meningkat, berarti koperasi kita sedang tidak baik-baik saja. Ini yang harus segera dibenahi bersama,” ujarnya.
Salah satu pesan yang paling mendapat perhatian peserta adalah pentingnya regenerasi kepemimpinan dalam koperasi. Asril menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak bergantung pada satu figur, melainkan pada kemampuan melahirkan kader-kader baru yang siap melanjutkan perjuangan.
“Pemimpin terbaik bukanlah yang paling banyak bekerja, tetapi yang mampu membuat anggotanya bekerja, berkembang, dan menjadi pemimpin berikutnya,” katanya yang disambut antusias peserta.
Kegiatan semakin berbobot dengan hadirnya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Endrizal SE M.Si, sebagai pemateri penutup. Dalam paparannya, Endrizal menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendampingi dan memperkuat koperasi agar mampu berkembang secara profesional dan berkelanjutan.
“Kami akan terus membantu dan mendampingi agar koperasi bapak dan ibu dapat berjalan sebagaimana mestinya, tumbuh sehat, dan memberikan manfaat yang nyata bagi anggotanya,” ungkap Endrizal.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan DPRD melalui dukungan Pokir Asril SE. Menurutnya, sinergi tersebut merupakan modal penting dalam mempercepat kemajuan koperasi di Sumatera Barat.
“Dengan dukungan dan kolaborasi yang baik, saya optimistis lima tahun ke depan akan lahir lebih banyak pelaku koperasi yang sukses dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.
Peserta dari Koperasi Kopi Bukittinggi Agam dan Koperasi Madu Madani mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Konsep Aksi 90 Hari dinilai praktis, mudah diterapkan, dan sesuai dengan kebutuhan koperasi yang sedang bertumbuh.
Melalui kegiatan ini, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat berharap lahir gerakan baru dalam dunia perkoperasian. Dari Bukittinggi, diharapkan tumbuh koperasi-koperasi yang aktif, produktif, inovatif, dan dipimpin oleh kader-kader muda yang siap menjadi motor penggerak ekonomi rakyat Sumatera Barat di masa depan.
(Andi Mulya)











Leave a Reply