AGAM,AsiaChannel.web.id — Nagari Lambah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam bergelora dalam nuansa magis tradisi pada Kamis malam (2/7/2026). Ratusan masyarakat memadati area panggung utama guna menyaksikan pembukaan Lambah Fest 2026, sebuah perhelatan kebudayaan bertajuk Pembinaan Kesenian Anak Nagari melalui “Festival Sanggar Seni Bamego Alam”.

Acara yang berlangsung semarak ini dihadiri langsung oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Asril, S.E., mantan Bupati Agam dua periode,Drs. H. Aristo Munandar,Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat Muhammad Devid, S.STP. (mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar), serta Wali Nagari Lambah Fiqri Farid.
Apresiasi tinggi datang langsung dari Ketua Pelaksana Kegiatan, Rifad Habibi. Dalam laporannya, Rifad menyampaikan bahwa konsep festival ini lahir dari sebuah refleksi mendalam terhadap pemikiran sang ulama dan sastrawan besar, Buya Hamka.
”Kegiatan ini beranjak dari pemikiran Buya Hamka mengenai nilai-nilai romantisme Islam dan adat. Melalui esai legendaris beliau tentang ‘Robohnya Surau Kami’, hari ini anak nagari sangat paham dan sadar betul akan kondisi riil tersebut. Surau bukan sekadar tempat ibadah, melainkan kawah candradimuka, tempat menempa mental dan bekal bagi anak nagari sebelum mereka memutuskan untuk pergi merantau,” ungkap Rifad Habibi emosional.
Rifad juga menjelaskan filosofi di balik penamaan festival ini. “Sengaja panggung acara ini kita dekatkan dengan surau, agar generasi muda kembali terpikat dan dekat ke surau. Itulah mengapa nama ‘Bamego Alam’ ini tercetus; seni yang tumbuh dan bergerak selaras dengan alam. Kita harus bersatu lagi di ranah, karena hari ini kita akui, kita sudah banyak kalah dari rantau secara kolektif. Saatnya ranah bangkit membenahi generasinya,” pungkasnya.

Gayung bersambut, Wali Nagari Lambah, Fiqri Farid, menegaskan bahwa kemegahan festival ini merupakan wujud nyata kepedulian dari jajaran legislatif dan eksekutif tingkat provinsi. Beliau menyampaikan terima kasih atas kucuran Dana Inspirasi Pokir (Pokok-Pokok Pikiran) dari Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Bapak Asril, S.E., yang disalurkan secara profesional melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Fiqri berharap benteng budaya ini mampu menjaga anak nagari dari dampak buruk kenakalan remaja era modern.

Apresiasi senada juga mengalir dari Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, Muhammad Devid, S.STP. Mewakili Dinas Kebudayaan, pihaknya berkomitmen agar bantuan kesenian yang diserahterimakan pada malam tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan untuk merawat objek pemajuan kebudayaan lokal di Kabupaten Agam.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar, Asril, S.E., selaku inisiator program, menyampaikan pidato kebudayaan yang membakar semangat para pemuda. Mengusung jargon pergerakan, “Mati, bangun pergerakan muda menuju generasi kitabullah!”, politisi senior ini mengajak seluruh elemen masyarakat mengatasi potensi dekadensi moral sejak dini melalui penguatan identitas bangsa. “Seni budaya adalah identitas bangsa kita. Jika identitas ini kokoh di dada pemuda, maka ke depan, nagari kita akan siap menghadapi tantangan zaman apa pun,” tegas Asril penuh semangat.

Seruling Bambu dan Puisi Menjiwai Memukau Penonton
Malam puncak Lambah Fest 2026 menyajikan parade seni yang sangat variatif dan memukau. Di antara deretan penampil, momen yang paling menghipnotis ratusan pasang mata malam itu adalah ketika alunan instrumen tradisional bergema secara magis. Perpaduan tiupan seruling bambu yang menyayat hati berkolaborasi harmonis dengan ketukan musik khas Minangkabau. Suasana panggung kian mendalam saat dipadukan dengan pembacaan puisi-puisi kebudayaan yang sangat menjiwai, membawa emosi penonton larut dalam refleksi kerinduan akan masa jaya surau dan tradisi Minang lama.

Kemeriahan panggung ini tidak lepas dari kontribusi luar biasa seluruh peserta yang tampil berurutan sesua daftar resmi acara, yaitu
Sapamenan Art sebagai pementasan seni pembuka.
Rohmantik yang tampil apik membawa nuansa kreasi tradisi.
Mauleh Raso Projek yang menyuguhkan performa penuh penghayatan.
(Sesi Seremonial Sambutan dan Serah Terima Bantuan Kesenian).
Sanggar Seni Bamego Alam selaku tuan rumah yang tampil memukau.
Bungo Nan Jombang dengan gerakan dan estetika panggung yang khas.
Baruah Nan Jombang yang melanjutkan estafet kemeriahan festival.
Suayan Balenggek yang berhasil memancing riuh tepuk tangan penonton.
Sanggar Satangkai Boneh yang tampil solid mempertahankan ritme tradisi.
TMS dengan suguhan performa seni yang ekspresif.
Saruan Alang yang membawakan garapan musik tradisi yang kuat.

ISI Padang Panjang sebagai penampilan seni kehormatan sekaligus menutup rangkaian festival dengan mahakarya yang luar biasa.
Keseluruhan perhelatan seni ini berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses besar, memberikan dampak positif yang mendalam bagi perkembangan seni budaya anak nagari di Sumatera Barat.
(Rika)











Leave a Reply