Madu Galo Galo Jadi Harapan Baru Ekonomi Dan Pelestarian Lingkungan Di Sumatra Barat
Bukittinggi,AsiaChannel.web.id — Belakangan ini, istilah Agro Trigona makin ramai dibicarakan di dunia pertanian. Bagi kita para petani, konsep ini sebenarnya sangat sederhana dan menguntungkan seperti menyatukan budi daya lebah galo-galo (lebah tanpa sengat) di lahan perkebunan atau pekarangan rumah kita.
Sambil kita menanam pohon buah-buahan, bunga, atau tanaman kopi, kita bisa sekaligus meletakkan kotak lebah galo-galo di bawahnya. Keuntungannya jadi berlipat ganda tanaman kita terbantu penyerbukannya agar cepat berbuah, dan kita bisa panen madu serta propolis murni yang harga jualnya sangat tinggi.
Melihat potensi besar ini, Asril, SE, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, turun tangan memberikan perhatian serius demi mendongkrak ekonomi para petani.
”Budidaya lebah madu galo-galo ini adalah peluang emas bagi petani kita. Nilai ekonomisnya sangat tinggi. Saat ini saja, harga madunya berkisar antara Rp200.000 sampai Rp400.000 per liter,” ungkap Asril saat diminta informasi nya pada Kamis (2/7/2026)
Pasar Masih Luas, Targetkan 600 Petani Bergabung
Menurut Asril, pasokan madu galo-galo di wilayah Bukittinggi dan Agam saat ini masih kekurangan untuk memenuhi permintaan pembeli. Saat ini, baru ada sekitar 25 orang petani yang tergabung dalam koperasi dengan total produksi 200 liter per bulan.
Melihat pasar yang masih menganga lebar, Asril membagikan beberapa strategi dan target ke depan
Target 600 Peternak Mengajak lebih banyak petani hingga mencapai 600 orang agar produksi madu galo-galo di daerah kita makin besar.
Wajib Punya Stup Sendiri Beliau mendorong setiap anggota koperasi tidak hanya mengandalkan usaha kelompok, tapi juga punya kotak (stup) lebah sendiri di rumah atau di ladangnya masing-masing agar penghasilan langsung masuk ke kantong petani.
Bantuan Alat dan Kemasan Ke depannya, para petani akan difasilitasi mulai dari alat panen yang modern hingga urusan kemasan (packing) yang bagus agar madu kita bisa masuk ke pasar-pasar besar dengan harga bersaing.
”Kalau kita mau maju dan ekonominya meningkat, mari kita tekuni budi daya ini. Kami di DPRD akan terus mendorong pemerintah untuk memfasilitasi petani ke tahap produksi yang lebih modern dan pengemasan yang rapi,” jelas Asril.
Tips Memilih Jenis Lebah Galo-Galo yang Pas untuk Lahan Anda
Satu hal penting yang diingatkan oleh Asril bagi para petani yang baru mau memulai adalah jangan salah memilih jenis lebah. Lebah galo-galo sangat bergantung pada pakan dari bunga-bungaan (butuh sekitar 500 jenis tanaman pakan), dan jenisnya harus disesuaikan dengan cuaca di ladang kita
Untuk Lahan di Daerah Dingin Sangat cocok memelihara jenis lebah Thoracica (Torasika).Untuk Lahan di Daerah Panas Sangat cocok memelihara jenis lebah Itama (Intama).
”Ke depannya, saya akan kawal agar pemerintah kalau memberikan bantuan bibit lebah harus tepat sasaran. Yang daerahnya dingin dikasih jenis Thoracica, yang daerahnya panas dikasih Itama. Jangan sampai terbalik, supaya lebahnya betah, tidak mati, dan madunya melimpah,” tutup Asril.
(Rika)











Leave a Reply